Kamis, 03 Desember 2009

Dampak Ujian Nasional (UN) dari segi kacamata siswa (Tugas TIK)

Assalamualaikum wr. wb,

Yo, ketemu lagi. Hm... oh iya, ini post khusus Ibu Tina, guru TIK, untuk mencari artikel UN atau apalah namanya... Sebenernya sih, gw nulis blog untuk menceritakan pengalaman-pengalaman sehari-hari gw. Yah, tapi kalo disuruh bikin buat tugas.. Gak apa-apalah. Toh para pembaca setia atau pengunjung setia blog gw bisa memperoleh info dari blog yang sedang likuidasi ini *pret*

NB: Saya ikhlas kok bu ngerjainnya, sumpah ikhlas! Peace! (-,-)V

Oh iya bu, kasih nilai yang bagus ya bu...

To the main~ (Ke bawah sudah mulai artikel), read carefully please..


Kata Ujian nasional sudah tampak tak asing lagi oleh kita, apalagi kebijakan menteri pendidikan ini sudah menjadi indikator kelulusan suatau sekolah dan menjadi penentu kualitas suatu sekolah. Meskipun begitu, tetap saja setiap hal pasti ada positif dan negatifnya.

Dampak Positifnya ialah :

1. Ujian nasional bisa menjadi peningkat mutu siswa dalam proses pembelajaran untuk menjadi SDM yang bermutu, mungkin dalam proses belajar siswa tidak serius dalam menerima pembelajaran, tetapi setelah mendengar kata Ujian Nasional siswa akan serius belajar, apalagi UN juga sebagai penentu siswa untuk memasuki sekolah negeri pilihan.

2. Ujian Nasional juga membuat siswa untuk belajar serius, mungkin dalam keseharian belajar para siswa kurang serius, tetapi bila mendengar kata UN sudah di depan mata, mereka akan belajar lebih semangat dan bersungguh-sungguh guna menyenangkan hati orang tua mereka.

3. Ujian Nasional juga bisa sebagai indikator untuk siswa sudah sampai manakah siswa sudah belajar serius untuk menghadapi masa depan mereka. Dengan nilai hasil ujian siswa, mereka bisa mengetahui apakah mereka sudah maksimal atau belum, bila belum, perlu dimaksimalkan.

4. Siswa juga diajarkan untuk tidak curang seperti menyontek karena pengawasan yang super ketat dan pengawasnya pun bukan dari guru asal sekolah mereka. Bila ada yang mencurigakan para guru tidak segan-segan akan mencatat mereka dan melaporkannya pada panitia ujian guna menentukan hasil akhirnya.

5. Menjadikan siswa juga tidak terlalu bergantung pada guru. Dengan begitu, murid akan mencari bimbel untuk persiapan UN atau mereka akan mempelajari soal UN tahun lalu guna mempersiapkan untuk UN tahun sekarang.

6. Dengan adanya UN, akan menciptakan generasi-generasi bangsa kita yang berkompeten. UN telah menyumbang kontribusi dalam rangka penyamaan mutu pendidikan terhadap dunia internasional.

7. Peraturan dan pelaksaan UN dapat memacu daya kreativitas dan cara berfikir murid sehingga menjadi generasi yang kreatif

Meskipun hanya mendapat 7 segi postif dari Ujian Nasional, tetap saja semua hal pasti ada segi negatif karena tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan.

Dampak Negatifnya antara lain adalah :

1. Dampak ujian nasional bagi siswa adalah timbulnya pemahaman yang keliru terhadap makna bejalar di sekolah/madrasah. Tujuan studi (belajar) yang mestinya dalam rangka mencari ilmu (thalab al- ‘ilmi), kecerdasan dan akhlak yang mulia (akhlak al-Karimah) berubah menjadi sekedar meraih elulusan ujian nasional untuk tuga mapel UN. Akibatnya, mapel-mapel yang tidak di- UN- kan akhirnya menjadi dinomorduakan, termasuk gurunya. Kondisi demikian ini masih diperparah oleh sistem pelaksanaan UN-nya tidak jujur. Setiap kali ada pelaksanaan UN hampir pasti muncul aroma yang cukup tajam bahwa ada beberapa sekolah/madrasah yang dalam pelaksanaan UN- nya tidak fair-play alias tidak jujur. Artinya, dalam pelaksanaan UN di tingkat sekolah/madrasah itu panitianya dan tentu dengan “restu” kepalanya secara langsung atau tidak langsung membantu siswa supaya lulus UN, misalnya dengan cara memberi kunci jawaban kepada peserta UN, dan juga bisa dengan cara menggunakan siswa pandai untuk “dicontoh” oleh siswa yang memang lemah.

2. UN telah berlaku tidak adil terhadap siswa yang menjalani proses pendidikan di sekolah yang masih tertinggal, miskin sarana prasarana, ketiadaan guru yang profesional, proses belajar-mengajar seadanya, dan keterbatasan akses terhadap sumber belajar. Mereka dipaksa untuk bisa menghasilkan nilai yang sama dengan siswa dari sekolah yang sudah maju, fasilitas lengkap, guru memadai, dan punya akses yang luas terhadap resources. Input dan proses yang berbeda akan menghasilkan output yang berbeda pula. Siswa dengan latar belakang ekonomi keluarga kuat akan mampu membayar bimbingan belajar di luar sekolah dan mampu menyediakan buku serta bahan ajar yang memadai sehingga kemungkinan untuk lulus UN menjadi lebih besar. Sementara itu, siswa dari keluarga miskin akan mengalami kesulitan membayar bujet ekstra untuk bimbingan belajar di luar sekolah dan tidak mampu menyediakan buku dan bahan ajar lainnya. Karena itu, kemungkinan lulus menjadi lebih kecil. Hasil UN telah mendiskriminasi siswa yang tidak lulus untuk masuk pada pendidikan yang bagus pada jenjang berikutnya. Siswa SLTA yang ikut jalur UNPK mengalami masalahnya sendiri, karena Perguruan Tinggi Negeri tidak bersedia menerima Ijazah persamaan paket C, demikian juga dengan siswa SLTP yang ikut jalur UNPK paket B mereka juga tidak bisa masuk sekolah SMA yang bagus. Disamping itu juga terjadi stigmatisasi siswa yang tidak lulus sebagai kelompok siswa yang gagal dan 'bodoh', mereka akan menangggung beban psikologis dan sosial yang cukup berat. Tidak mengherankan ketika hasil UN diumumkan, terjadi beberapa kasus bunuh diri di kalangan siswa yang tidak lulus

3. Jika hasil UN itu dijadikan indikator untuk memotret kelemahan para siswa dalam praksis pendidikan, hasil UN bisa menjadi efektif dan sangat dibutuhkan untuk bahan perencanaan dalam mengambil kebijakan menyusun langkah-langkah strategis upaya peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Dengan demikian, gap mutu yang masih terjadi selama ini bisa diperkecil.Tampaknya, walaupun UN telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, hasil UN yang memberikan indikasi kondisi nyata pendidikan tidak banyak ditindaklanjuti. Nyatanya, sekolah yang lima tahun lalu terbelakang tetap saja semakin terpinggirkan dan tetap tidak mampu meluluskan siswanya dalam UN tahun ini.

4. Dampaknya UN pun bisa dilihat bagi yang tidak lulus. Pasti akan berdampak pada psikis. Entah dengan berbagai cara seperti kabur dari rumah, bunuh diri dan lain-lain. Itu dikarenakan mereka tidak ingin mengecewakan orang tua mereka.

5. Siswa pun dibuat tidak percaya diri yang pada akhirnya mereka akan membeli soal atau kunci jawaban dari guru atau oknum lain jadi bisa merugikan siswa dan juga oknum yang menyelenggarakan seperti guru.

6. Merupakan bentuk pelecehan karena, misalnya murid SMP yang sudah belajar selama 3 tahun hanya 3 hari Ujian Nasional dilaksanakan, bagaimana kalau sikap mereka berakhlak yang buruk dan nilai UNnya bagus, pasti akan banyak oknum yang menentangnya.

7. Semua sekolah pun belum tentu kurikulumnya sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Bila Ujian nasional dilaksanakan dengan kurikulum yang berbeda, maka para murid akan bingung dan mendapat hasil UN yang kurang maksimal.

8. Ujian Nasional hanya mengujikan mata pelajaran yang rata-rata harus dikuasai siswa seperti matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Bagaimana dengan kesenian. Negara ini tidak maju karena yang mereka hasilkan hanyalah tenaga kerja yang bersifat material, sedangkan SDM luar negeri lebih berkualitas materialnya sehingga menjadikan orang pribumi kita yang menguasai material menjadi pengangguran. Kalau kesenian, hanya bangsa kita yang mempunyai seni yang beragam seperti batik. Bila pemerintah menggunakan kesenian sebagai hal yang harus dikuatkan, maka akan banyak hal yang baru dibuat di negara kita yang bisa memajukan martabat bangsa kita.

9. Siswa pun bisa kalah sebelum bertanding karena stress yang tinggi memikirkan standar nilai yang harus dicapai yang bisa berakibat fatal.

10. Satndar Nilainya pun cepat naik dari tahun ke tahun sehingga siswa susah untuk beradaptasi kepada standar nilai Ujian Nasional tersebut.

11. Sebagian kebijakan UN bisa melumpuhkan motivasi anak karena mereka melihat ada yang belajar bermalasan dan tidak berprestasi bisa lulus karena faktor uang.

Kebijakan UN telah menimbulkan lebih banyak dampak negatif ketimbang dampak positif. Sepatutnya pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pelaksanaan UN dengan mengevaluasi secara jujur dan jernih serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan yang sesungguhnya. Akan lebih adil jika kewajiban pemerintah terlebih dahulu dilaksanakan dengan membenahi dulu kondisi real pendidikan dan mempersempit disparitas kualitas pendidikan yang ada sebelum memaksa siswa dan guru memenuhi kewajiban untuk mencapai nilai UN yang dikehendaki.

Wow, bahkan gak gw baca apa isinya. Banana.. THANK'S YA JAN. bwakakakakakakak...

Good bye~
Hah~ Pulang jalan kaki. yah, itung2 olahragalah..




Wassalamualaikum wr. wb,
















*freak*

Jumat, 04 September 2009

Astaghfirullah Al-Azim.....

Assalamualaikum wr. wb,

oy
wey

Astaghfirullah Al-Azim...
Ya Allah dan wahai teman-temanku sekalian....
kalo gw liat blog gw, rasanya begitu miris, terbengkalai, tak terurus, bahkan kau dapat mencium bau busuknya.

Udah 9 bulan gak kerasa gw gak nulis lagi *wah, siap brojol tuh mar*. Gw gak nulis dari mainan jump samapai gak usum, dari jaman gw main upil ampe main sukro*krik*, dari jaman main puter koin, dari jaman gw kelas 7, dari jaman motor gw masih normal ampe abstrak, ampe jaman & ampe jaman lainnya...

La Ila Ha Ilallah..*udah kayak mo dikubur aja*

Hmhm.. sekarang bulan puasa, tetapi perang internet dimana-mana(vs malaysia). gw sebagai anak2 menanggapinya sebagai.. sebagai.. yak! Kerjaan orang dewasa. haha.. watyaw..

gak penting juga sih lagian. yang lebih penting dan menggetarkan hati gw itu, ceramah jumat tadi. Beliau bilang gini,"Orang2 yang berkata bahwa Allahitu tidak adil adalah seorang Yahudi". "Bayangkan, orang2 Israel menyerang di jalur GAZA, perbuatan Zalim". "Dan, tidak ada satu makhluk hidup pun yang turut membantu". "Itulah mengapa Allah mengirim gempa pada kita!". Yah.. kurang lebih gitulah isinya.

Woooo... Amat berkesan, sungguh, menancap pada kedalaman 3 mil dari perut bumi. Baru mikir gw ternyata pembuat gempa tempo hari itu gara-gara itu (salah satunya mungkin?).

Buka sebentarlagi, lukisan belom kelar, perut? Alhamdulillah gak kenape2. Fuuuhhh...
Ah.. enak rasanya.. Gimana ya jelasinnya? gw ngerasa lega aja bisa ngepost lagi. Mungkin kalo lo baca postingan gw dulu2, mungkin lebih berkualitas daripada yang sekarang. Karena 'mungkin' kemampuan menulis gw berkurang. Yah.. kalo lo berpikir sama aja atau bahkan meningkat, ya syukur, Alhamdulillah.
Yo, segini aja ngetiknya ya cung.
Bye~

Wassalamualaikum wr. wb,


Salam cihuy~ ==a

Sabtu, 25 Oktober 2008

Sekedar Berkata


Ass wr. wb,

Setelah 1 bulan berpuasa *padahal cuma 29 hari doang* dan sebulan puasa ngeblog, SSM rasanya pengen nulis lagi. Tapi, kagak tau mo nulis apaan. SSM puasa ngeblog karna sifat hyper gw yang suka ngenet. Akhirnya, belum sempet selesai promo gratisnya, eh udah abis duluan. Selama puasa ngeblog, banyak hal terjadi. Gw dibilang freaklah, weirdlah, tau dah pokoke banyak banget. Ah, udah ah. Kan cuma sekedar berkata. Mungkin, gw bakalan nulis lagi kalo dapet inspirasi. Just wait for my next post!!! BTW, peringkat blog gw naik lho! He, he, he...

Jumat, 17 Oktober 2008

Thing that very happening di kelas gw is....



Mungkin lu pada tau tu video apaan. Tapi anehnya, temen-temen gw pada nyanyiin tu lagu n kayaknya happening banget.

Sabtu, 11 Oktober 2008

Si Bopung Nantangin Ombak!

Ass wr.wb,
Salam bopung bagi anda yang bopung.

Nah, di post gw kali ini gw bakal nyeritain ke lo-lo pada pengalaman gw as a bopung dreamland yang sok-sokan nahan ombak gede. Ini pengalaman waktu gw masih di Bali. Ok, kita mulai aja ceritanya. Keep reading...

Suatu hari, di hari yang indah dan langit berawankan biru serta para bule' yang berkeliaran di Jalan Legian Kuta Bali. Bangunlah dari singgasana, sang Bopung. Tak lama kemudian disusul oleh ibunya yang juga bangun di pagi itu. Be'le'k tak terasa telah menggumpal di mata Bopung. Mengeras dan bermukim, lalu digusur dengan kucekan sakti dan rontoklah itu belek. Abis gitu, si Bopung ke wc. Pipis dan melakukan aktivitas suci lainnya. Tak berselang lama tiba-tiba wc digedor-gedor karna gw kelamaan. Udah dah, gw mandi dan siap-siap buat pergi. Nah, mari kita mulai ceritanya.

Hari ini, gw bakal pergi ke Waterbom, yah... apalagi kalo gak buat berenang. Setelah semuanya siap, baru dah gw pergi. Gw ke waterbom bareng kakak gw, si Mirdut, kakak sepupu gw, Mbak Sari dan Mbak Lala. Gw ama sodara-sodari dianterin nyampe di depan waterbom. Abis nyampe di depan waterbom, gw ditinggalin ama om-om dan tante-tante. Dimulailah perjalanan bopung di hari ini.

Setelah melihat pintu masuknya yang megah nan berlambang itu. Gw melangkahkan kaki gw ke dalem tu bangunan. Terlihat banyak sekali bule' dan orang-orang China disini. Gw sempet bertanya-tanya dalam diri gw, "Ini Bali isinya bule' semua ya, kagak ada Indonesianya sama sekali." Gw melanjutkan perjalanan masuk kedalem waterbomnya. Tiba-tiba langkah gw terhenti. Ada apa gerangan? Apa ada monster di depan sana? Ternyata tidak. Yang menghentikan langkah kami semua adalah seorang China. Dia nyuruh kita nunggu buat dapetin gelang. Gelang ini berfungsi kalo nantinya mo beli sesuatu, tinggal nit kepotong dah uang gw. Jadi gelang ini ibarat saldo yang bila dipakai terus menerus akan habis isi saldonya *ngerti gak?*. Yah... semacem kartu temzon gitu deh. Akhirnya, si enci-enci dateng membawa gelang yang gw maksud tadi. And then, gw masuk ke dalem, terus ganti baju di locker. Abis selese ganti, gw sebagai orang ndeso kagak bisa nahan nafsu kalo udah ngeliat kolam renang. Langsunglah gw mencemplungkan diri. Byurrrr.... Eh, terusan gw disuruh naek lagi, katanya langsung mo nyoba slide *ato apalah itu namanya*.

Lalu, dicobalah satu per satu... Berikut daftar nama-nama permainan yang dicoba si bopung:
1. euuu................................... kok gw jadi lupa ya.

Ok, BTMT, gw kesenangan maen tu slide ampe kehilangan posisi sodara-sodara gw berada. Dalam hati gw menggumam, "Dimana kalian wahai saudara-saudaraku? Kumenunggumu!!". Selesai menggumam, gw menggumam lagi, "Ah, bodo ah... Yang penting gw bisa maen. Entar juga ketemu ama mereka."

Dengan pemikiran gw yang sempit itu, gw terus maen, cuek dengan sekitar sambil menjajal berbagai slide *wesss... bahasanya udah kayak penulis jagoan*. Sampai akhirnya, terdengar suara keluar dari speaker nan indah yang tergantung diatas tiang.

Suara speaker: "PERHATIAN! Kepada DAMAR ARYOHANGGORO, kepada DAMAR ARYOHANGGORO. Ditunggu Lala di locker."
Dalem ati gw: "What the hell?! Gw menjadi bolang, bocah ilang!?"

Gw yang saat itu sedang memegang ban buat nyobain slide pun, terus berjalan ke tempat slide. Beberapa orang yang dengar tentang pengumuman di speaker pun langsung celingak-celinguk. Mungkin dia nyari-nyari orang yang barang kali adalah orang yang dicari oleh si Lala di speaker. Karena gw gak mo ketahuan kalo gw si anak ilang, gw stay cool aja n baru nyusul abis selese maenan slide.

Abis gw selese maenan slide, dengan bergegas *padahal cuma jalan santai doang*, gw ke tempat sodara- sodara gw berada, di locker. Tampak 3 sosok trio kwek-kwek yang sedang termenung menunngu seseorang seperti kambing conge'. "Hey!", gw nyapa. "La itu dek Damar! Ngapain aja kamu dek?"Dengan santainya gw jawab," Maen!"

Setelah selese aksiden bocah ilang. Gw n sodara-sodara gw ngelanjutin maen slide. Udah puasmaen di waterbom. Lanjutlah petualangan bopung di... Di manaya? Gw jadi lupa. Pokoknya di sono gw... Ah, lupa lagi kan, yang jelas gw nyelem di bawah laut n ngeliatin ikan-ikan. BTW, gw baru inget, namanya sea walker alias berjalan di bawah laut. Ini pertama kalinyagw kayak gini. Seru juga sih. Banyak ikan-ikan yang warna-warni *kok kayak iklan happy jus?*. Kabarnya, hotel yang memiliki program seawalker ini, banyak dikunjungi oleh artist- artist mancanegara seperti Paris Hilton, Britney Spears, dll. Setelah asyik maen dibawah laut dan bergelayut ria bersama ikan-ikan kembung dan berfoto dengan mereka. Gw balik ke hotel yang punya program seawalker ini. Gw bilas badan n nungguin sodara-sodara gw. Nungguin sodara-sodara gw mandi udah kayak nungguin siput jalan (lamanya Masya' Allah. Abis gitu, gw beli foto n makan-makan. And the journey continue...

Setelah menghabiskan banyak waktu buat seawalker, our next destination is dreamland. Buat yang gak tau dreamland itu apa. Biar gw kasi tau, dreamland adalah tempat. Ya, suatu tempat... tempat... tempat... *Apa sih gajeh deh!*. Ok, ok dreamland itu pantai pasir putih yang berlokasi dekat Garuda Wisnu Kencana, ngerti? Back to the topic, setelah menulusuri pintu masuk dan mencari parkiran, akhirnya gw sekeluarga turun. Gw bertanya-tanya, "Mana pantainya?". Dan seseorang menjawab,"Jalan dulu!". Mengikuti kata-katanya, gw pun berjalan. Lalu, Dimana pantainya?!. Daripada gw kebanyakan nanya. Gw ikutin aja deh sodara-sodara gw. Ternyata benar, setelah 'berjalan', gw sekelurga nyampe di pantainya. Hamparan pasir putih dan *lagi-lagi* para bule tertampak jelas di muka gw. "Wooooaaaa!!!", gw menyambar dengan alay. Oh iya! Lu pasti gak tau alay kan? Alay itu kampung, ndeso, norak, dan singkatan dari anak layangan. Hasrat gw telah memuncak ke ubun-ubun dan langsung lari menuju lautan berombak. Lalu perlahan-lahan, gw menerjak ombak. Ombak mengenai kaki gw, Syurrr... Lalu perlahan-lahan lutut, perlahan-lahan lagi pinggang, perut, dan akhirnya gw mental keguyur ombak. Bukannya kapok, gw malah nantangin ombak yang lebih besar dan lebih ganas. Hati ini seakan damai, lepas, terbang bebas, dan segala gundah telah tiada *sok puitis*. Gw melaju ke arah ombak ganas yang mana para surfer tunggu-tunggu. Alias, gw berada dalam zona berbahaya. Salah-salah dikit, gw bisa mati, beneran! gak bercanda. Gw terus menantang dan terhempas, sampai... sesuatu yang membahayakan datang menerjang. Posisi gw yang makin lama makin ke kanan dan makin ke depan, memungkinkan gw untuk terkena batu karang yang kokoh berjejer di pinggir pantai. Dan.. sesuatu yang membahayakan itu adalah ombak besar. Sebelumnya, gw sudah bersiap-siap dan mengambil kuda-kuda yang mantap. But infact, gw terhempas bersama ombak menuju batu karang. Gw mencoba untuk berpijak, tapi arusnya terlalu deras. Arus mulai mereda, dan gw mencoba berpijak di batu karang, tapi sakit. Akhirnya arus mereda dan gw setengah berdiri. Eh, tau-tau dateng lagi ombak dan gw terpelanting. Gw dengan payah berdiri. Berjalan menuju keluarga gw yang berada di bawah payung. Gw, dengan muka yang lusuh bin amburadul disambut dengan wajah yang sumringah dari kakak gw yang seraya berkata, "Dek, aku foto sama Sherin Sungkar!". Dalem ati gw, "ah, bodo amat!". Setelah beristirahat, gw memandang tu ombak lagi. Dan dalem ati gw berkata, "Nyoba lagi ah!" *dasar bego!*. Kali ini, gw mantap dengan kuda-kuda gw. "Majulah kau ombak!!! Hadapi aku dengan segenap kekuatanmu!!! Aku siap!!!!!!!!", gw memekik dalam hati. Tampaknya lautan mendengar permintaan gw, tiba-tiba ombak dateng. Lebih ganas, lebih buas, dan lebih jantan, dan datengnya gak tanggung-tanggung, bertiga jejer-jejer *pinter bener!!!*. Muka gw yang bersemangat, kini loyo, kuda-kuda gw tiba-tiba saja mengkeriyut. Byuarrrr!!! Segenap badanku luluh lantak mengiringi bodohku yang sok menerjang ombak. Gw terhempas, berguling-guling, baju naek ke atas, dan akhirnya badan gw nyentuh pasir dan koprol ke belakang. Sampai akhirnya, badan gw tertahan oleh kaki seseorag, gw melirih, "aduhhhh...". Si Mirdut ngeliatin dengan terjijik-jijik. Mungkin dalem atinya ia berkata," Ih ni orang freak banget sih!!!". Dan akhirnya, petualangan selesai. Gw ganti baju dan menuju ke jimbaran.

NB: Luka-luka yang dihasilkan dari perjuangan melawan ombak antara lain:
1.Deket jempol lecet.
2.Punggung lecet dan masih banyak lagi.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa yang gw alamin? Pertama, kalo maen jangan jauh-jauh, yang kedua, dengan membaca post gw lu jadi tau tempat-tempat pariwisata, dan yang ketiga, lo jadi tau kalo gw ini BEGO!

Pokoknya, don't try this at beach!!!






Free chat widget @ ShoutMix

PacMan v2.6